Jamuan, perjalanan, dan hiburan

Potensi skenario

Perusahaan Anda saat ini tengah menegosiasikan suatu kontrak besar dengan pemerintah asing. Untuk menunjukkan kemampuan teknis dalam tawaran Anda, Anda mengundang delegasi pemerintah untuk menghadiri konferensi internasional di negara Anda. Perusahaan Anda membayari tiket penerbangan kelas bisnis, akomodasi di hotel bintang lima, dan biaya perjalanan lainnya.
Karena konferensi tersebut berlangsung sebelum akhir pekan, perusahaan Anda juga menyediakan fasilitas perpanjangan masa tinggal yang “terjamin penuh”, termasuk untuk acara jalan-jalan dan nonton pertandingan sepak bola.

I. Memahami risiko

 
 

Tidak semua kegiatan yang terkait dengan korupsi dapat dengan mudah dikenali dari serah terima koper berisi uang untuk menyuap pejabat publik. Korupsi bisa terjadi dengan amat halus/tidak kentara, dan membuat pegawai sulit menyadari dengan jelas maksud di balik suatu perbuatan. Hal ini khususnya terjadi dalam hal praktik bisnis yang sah namun dapat disalahgunakan untuk menyamarkan korupsi.

  • Jamuan, perjalanan, dan hiburan merupakan pengeluaran yang sah yang kerap digunakan perusahaan untuk membangun dan menjaga hubungan bisnis, sekaligus untuk menunjukkan kemampuan yang mereka miliki melalui kunjungan ke fasilitas miliknya.
  • Akan tetapi, pengeluaran tersebut juga dapat disalahgunakan untuk menyamarkan korupsi. Misalnya, suatu perusahaan bisa jadi memberikan jamuan, perjalanan, dan hiburan sebagai keuntungan yang tidak sepatutnya bagi pejabat publik agar dapat mempengaruhi keputusan lelang sehingga memenangkan mereka.
    Oleh karenanya, memberikan jamuan, perjalanan, dan hiburan bisa menjadi risiko, tergantung pada faktor kadar dan situasi, alih-alih pada perbuatan itu sendiri.
  • Jamuan, perjalanan, dan hiburan dapat disalahgunakan sebagai suap pada kedua sisi transaksi manapun:

    1. Pegawai menjanjikan, menawarkan, atau memberikan jamuan, perjalanan, dan hiburan dengan niat menerima keuntungan yang tidak selayaknya sebagai imbalannya; atau
    2. Pegawai meminta atau menerima jamuan, perjalanan, dan hiburan dengan niat memberikan keuntungan yang tidak selayaknya sebagai imbalannya.

II. Menyadari tantangan praktis

 
 
  • Perusahaan yang beroperasi di beberapa negara harus berurusan dengan aneka praktik niaga dan kepabeanan, dan hal ini menyulitkan terbentuknya prosedur perusahaan yang seragam.
  • Menawarkan dan menerima jamuan sudah tertanam dalam budaya berbisnis. Membatasi perbuatan jamu-menjamu, seperti misalnya dengan mensyaratkan persetujuan terlebih dahulu dari pihak penyelia, justru mengakibatkan munculnya upaya mengelak, misalnya:
    1. Mengakali prosedur resmi (misalnya menempatkan pengeluaran dalam kategori yang tidak sesuai), atau
    2. Menolak keseluruhan program/aturan.
  • Bahkan adanya kebijakan antikorupsi yang jelas, nyata, dan mudah diakses sekalipun bisa jadi tidak memadai untuk membuat pegawai merasa gentar membuat atau menerima tawaran yang tidak sepatutnya, untuk berbagai alasan, termasuk:
    1. Adanya pemikiran bahwa menyampaikan kebijakan tersebut ke pihak rekanan usaha, misalnya ketika restoran yang dipilih adalah yang tidak terlalu mahal, akan tampak menjatuhkan.
    2. Adanya pemikiran bahwa menolak undangan akan membuat pihak yang mengundang merasa tersinggung.
    3. Adanya anggapan bahwa “semua orang melakukan hal yang sama”.
  • Pegawai yang berupaya menyuap mitra usaha harus punya sumber daya untuk melakukan hal tersebut. Jamuan, perjalanan, dan hiburan bisa menjadi cara yang menarik untuk menyamarkan korupsi, karena biayanya dapat dibayarkan dan dicatatkan sebagai pengeluaran yang sah. Ini mungkin jadi lebih mudah dibandingkan dengan rumitnya upaya menyamarkan pemberian uang melalui akun di luar pembukuan resmi.

III. Memitigasi risiko

 
 

 Perusahaan harus memikirkan tentang biaya jamuan, perjalanan, dan hiburan dalam program antikorupsi mereka, dalam konteks seberapa besar risiko yang mereka hadapi dalam hal ini.
Akan tetapi, keabsahan pengeluaran tersebut pada umumnya juga bisa berarti bahwa perusahaan harus menanamkan upaya besar untuk mengkomunikasikan adanya risiko terkait, serta pentingnya kepatuhan pada prosedur resmi.
Upaya pengamanan yang sifatnya praktis untuk memitigasi penyalahgunaan pemberian jamuan, perjalanan, dan hiburan sebagai bentuk suap turut mencakup:

  • Membentuk pedoman terperinci, misalnya dalam bentuk daftar periksa (checklist) atau bagan/alur pengambilan keputusan, untuk memperjelas apakah memberi atau menerima jamuan, perjalanan, dan hiburan merupakan hal yang patut untuk dilakukan.
  • Mengadaptasi pedoman tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi setempat, seperti misalnya besarnya ambang biaya dalam mata uang setempat.
  • Mendorong pegawai menggunakan “uji pemberitaan di koran”: Apakah mereka masih meyakini bahwa perbuatan mereka adalah sah apabila perbuatan tersebut masuk dalam halaman pertama surat kabar setempat?

Training cases

Dinner with a foreign public official
[TI UK BA, Scenario 3]

Travel expenses paid for foreign public officials to view company facility
[TI UK BA, Scenario 4]

Hospitality given to foreign public official at a company’s UK office
[TI UK BA, Scenario 5]

Pharmaceutical conference at overseas resort
[TI UK BA, Scenario 7]

Hospitality used as a facilitation payment to secure a permit
[TI UK HTB, Page 8]

Suggested reading

“How To Bribe – A Typology Of Bribe-Paying And How To Stop It”, Section 1.2

“The 2010 UK Bribery Act Adequate Procedures – Guidance on good practice procedures for corporate anti-bribery programmes”, Chapter 5.1.2

“An Anti-Corruption Ethics and Compliance Programme for Business: A Practical Guide”, Chapter E.2