Pentingnya Empati Dalam Situasi Luar Biasa

19.03.2020

Jakarta, Indonesia

Advisory Group meeting Indonesia

Pada hari Kamis, 19 Maret 2020, Kelompok Penasihat Indonesia bertemu untuk pertama kalinya setelah pergantian tahun. Karena situasi luar biasa yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, para anggota bertemu secara virtual. Krisis global ini tidak hanya mempengaruhi sistem kesehatan, budaya dan politik, tetapi terutama ekonomi. Dengan demikian, Kelompok Penasihat dengan suara bulat setuju bahwa saat ini, merupakan saat yang sangat penting bahkan lebih penting dari sebelumnya terus mempromosikan integritas dan kepatuhan.

Selain membahas dampak pandemi yang tak terhindarkan, para anggota memilih Ketua dan Wakil Ketua baru mereka yang akan bersama-sama memimpin upaya kelompok dalam dua belas bulan ke depan. Dalam pemungutan suara, Jeffrey Cheung, perwakilan dari Indonesia-Hong Kong Business Association, terpilih kembali sebagai Ketua. Dan ibu Alfikalia, perwakilan dari Universitas Paramadina, sebagai Wakil Ketua baru. Dengan demikian, kesetaraan gender yang sangat dipromosikan oleh anggota kelompok juga tercermin pada tingkat pimimpinan. Para anggota juga setuju untuk menyasar lebih banyak wirausahawan dan pengusaha wanita dalam kegiatan-kegiatan masa depan Alliance for Integrity.

Setelah pemilihan, Kelompok Penasihat membahas perencanaan operasional untuk tahun 2020 dengan mempertimbangkan dampak pandemi Covid-19 tidak hanya pada Indonesia tetapi pada tingkat global. Menurut mereka, usaha kecil dan menengah (UKM) menghadapi tantangan yang lebih berat daripada sebagian besar perusahaan besar; namun jika UKM dapat beradaptasi dengan keadaan ini, maka mereka akan selangkah lebih maju dari yang lain. Alliance for Integrity akan melanjutkan upayanya mendorong sistem ekonomi yang transparan dan adil bagi semua orang. Salah satu hasil diskusi adalah para anggota kelompok akan meluangkan waktu sejenak untuk bertukar pikiran tentang peluang baru untuk Alliance for Integrity – misalnya menyasar target yang leibh besar dengan cara-cara digital.

Ketua AG juga menekankan pentingnya untuk tetap berhubungan dekat dengan UKM yang paling mungkin terkena dampak wabah ini. Dengan demikian, Alliance for Integrity akan menghubungi UKM yang merupakan bagian dari jaringan untuk mendengarkan kebutuhan dan keprihatinan mereka untuk kemudian dapat mengembangkan layanan dukungan konkret. Jeffrey Cheung lebih lanjut mempresentasikan hasil pertemuan Komite Pengarah terakhir yang berlangsung Desember lalu di Berlin. Berdasarkan proses sembilan bulan, Komite Pengarah merefleksikan kekuatan dan apa yang menjadi pembeda inisiatif ini, juga membahas tren saat ini, peluang masa depan dan kemungkinan tantangan yang kemudian menghasilkan definisi visi bersama untuk lima tahun ke depan:

“Pada tahun 2025, Alliance for Integrity adalah global game changer dalam meningkatkan integritas bisnis melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan."

Dalam konteks ini, Mr. Cheung menjelaskan struktur organisasi dari Alliance for Integrity yang berupaya mencapai independensi organisasi dalam lima tahun ke depan. Beliau juga menggarisbawahi betapa pentingnya untuk terus melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan dalam dialog timbal balik dan aksi bersama. Pertemuan tersebut kemudian menyetujui langkah-langkah selanjutnya dari Alliance for Integrity di Indonesia, termasuk pengembangan strategi konkret yang bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan inisiatif dan kolaborasi antara para anggota.

Penulis: Faiza Hasan

 
Situs ini menggunakan cookies. Anda dapat membaca lebih jauh mengenai hak-hak Anda dan bagaimana mencegah cookies didalam kebijakan perlindungan data.Schließen