Pekan Integritas Ketiga Indonesia – "Benefits from Integrity - Businesses Take Action"

17.04.2018

Jakarta, Indonesia

Pada 17 hingga 20 April 2018, Alliance for Integrity menyelenggarakan Pekan Integritas Ketiga di Jakarta, Indonesia. Pekan Integritas tahun ini diadakan dengan tema Benefits from Integrity, Businesses Take Action. Acara ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan pemangku kepentingan terkait lainnya dari sektor swasta, masyarakat sipil, sektor publik, pemerintah dan akademisi untuk mengembangkan solusi praktis dan berbagi pengetahuan dan praktik yang baik tentang kepatuhan dan integritas bisnis. Tiga acara besar diselenggarakan sepanjang pekan. Forum Integritas Bisnis dengan diskusi panel tingkat tinggi mengenai “Perkembangan Peraturan Terkini dan langkah-langkah antikorupsi untuk sektor swasta di Indonesia” pada 17 April 2018. Program Pelatihan Kepatuhan Dari Usaha Ke Usaha (DUKU) dengan diskusi panel pendahuluan mengenai “Pentingnya Integritas dalam sektor kesehatan” di Indonesia pada 19 April, dan Pertukaran Peer-to-Peer terkait evaluasi kepatuhan vendor pada 20 April 2018.

Pada 17 April 2018, Pekan Integritas dibuka dengan Forum Integritas Bisnis dimulai, di mana Alliance for Integrity bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Miranda Andamsari, Pejabat Kepatuhan Merck dan Ketua Badan Penasihat Alliance for Integrity Indonesia danAnindya Bakrie, Wakil Ketua KADIN Indonesia menyambut para peserta. Dalam pidato mereka mendorong penuh sektor swasta untuk menegakkan integritas dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Setelah pidato, sebuah diskusi panel tingkat tinggi mengenai “Perkembangan Peraturan Terkini dan langkah-langkah anti-korupsi untuk sektor swasta di Indonesia” diadakan. Ariz Arham dari Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), Meuthia Ghanie-Rochman dari Transparency International Indonesia (TII), Rahmat Junaedi dari KADIN Indonesia, Bima Priya Santosa dari Paramadina University, dan Y.W. Junardy dari Indonesia Global Compact Network (IGCN) mempresentasikan perkembangan peraturan mengenai tanggung jawab perusahaan di Indonesia yang berdampak langsung terhadap sektor swasta. Selain itu Panel juga membahas, Peraturan Mahkamah Agung No. 13/2016 tentang Prosedur untuk Penyelesaian Tindak Pidana yang dilakukan oleh perusahaan, Keputusan Presiden yang baru-baru ini diumumkan No. 13/2018 tentang Kepemilikan Bermanfaat, antara lain. Lebih lanjut, pembicara juga mendiskusikan manfaat integritas dalam lingkungan bisnis saat ini. Sesi ini dimoderatori oleh Metta Dharmasaputra, CEO katadata.com dan penulis "Key Witnes", sebuah buku mengenai investigasi kasus korupsi terbesar di Indonesia di sektor swasta. Mengikuti diskusi panel tingkat tinggi, Claudia Lorek de Araujo, Manajer Regional Amerika Latin dan Asia di Alliance for Integrity meluncurkan TheIntegrityApp, bersama dengan Claudia adalah sesi informatif tentang kepatuhan dan sarana integritas digital yang disajikan oleh Transparency International dan Indonesia Business Links.


Setelah istirahat, sesi diskusi sore mengenai Sumbangan Politik dari sektor swasta diadakan. Selama sesi ini, peraturan dan persyaratan yang terkait dengan sumbangan politik oleh perusahaan disajikan. Sesi ini dimoderatori oleh Ade Irawan dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Para panelis termasuk Collie F. Brown, Country Manager & Liaison untuk ASEAN, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) Indonesia, , dan Wawan Wardiana, dari Divisi Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. Acara ditutup oleh Claudia Lorek de Araujo. Beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga Forum Integritas ini dapat terselenggara dan terus mendukung semua pihak terkait untuk terus menumbuhkan integritas agar tercipta lingkungan ekonomi yang lebih baik.Pada hari berikutnya, pertemuan Badan Penasihat diadakan untuk mendiskusikan strategi keberlanjutan Alliance for Integrity di Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Miranda Andamsari, Ketua Badan Penasihat, Collie F. Brown dair UNODC, Jefferey Cheung Ketua Badan Penasihat Alliance for Integrity tahun sebelumnya, Bima Priya Santosa dari Universitas Paramadina, dan Satrio Anindito dari Indonesia Global Compact Network.

Pada 19 April, sesi pelatihan DUKU yang diselenggarakan oleh Alliance for Integrity bekerjasama dengan Gabungan Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium (GAKESLAB) berlangsung. Pelatihan ini termasuk diskusi panel mengenai “Pentingnya Transparansi di Sektor Kesehatan di Indonesia”. Barliana Amin dari Alliance for Integrity menyambut para peserta. Bergabung sebagai panelis adalah Roro Wide Sulistyowati dari KPK, Drs. H. Sugihadi HW.MM Ketua GAKESLAB, Miranda Andamsari, dan Rizky Thamia dari Indonesia Business Links. Setelah istirahat, Pelatihan Kepatuhan DUKU diadakan dan difasilitasi oleh Miranda Andamsari, Ranny Fathia dari PT Siemens Indonesia, dan Yanto Sidik dari Indonesia Business Links. Para pelatih berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait kepatuhan dan antikorupsi dengan 30 peserta yang terdiri dari pengusaha dan perwakilan perusahaan.

Pada hari berikutnya, diskusi peer-to-peer diadakan. Acara ini menandai penutupan Pekan Integritas ketiga dari Alliance for Integrity di Indonesia. Acara ini mengumpulkan 25 pengusaha, perwakilan UKM dan perusahaan besar yang membahas topik kepatuhan pada evaluasi vendor. Miranda Andamsari, memperkenalkan prosedur pendaftaran vendor dan mekanisme evaluasi kepatuhan kepada para peserta. Selain pelaku UKM, tim pengadaan dari GIZ Indonesia, perwakilan pengadaan dan kepatuhan dari PT. Asuransi Allianz, perwakilan pengadaan dan kepatuhan dari PT. Siemens dan Manajer Pengadaan dari PT. Martina Berto juga turut hadir dan berbagi pengalaman mereka.

 
Situs ini menggunakan cookies. Anda dapat membaca lebih jauh mengenai hak-hak Anda dan bagaimana mencegah cookies didalam kebijakan perlindungan data. Schließen