Pekan Integritas Indonesia – Apa Keuntungan bagi Dunia Usaha di Indonesia

08.08.2017

Jakarta, Indonesia

Alliance for Integrity menyelenggarakan Pekan Integritas kedua di Indonesia pada tanggal 8 sampai dengan 10 Agustus di Jakarta. Pekan Integritas mempertemukan pemangku kepentingan terkait dari berbagai sektor untuk mengembangkan solusi praktis dan pengetahuan bersama dan praktik kepatuhan dan integritas bisnis yang baik. Acara ini terdiri dari tiga acara yang diselenggarakan sepanjang minggu. Program Pelatihan Kepatuhan Dari Usaha Ke Usaha diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2017, dilanjutkan dengan Peer-to-Peer Exchange pada tanggal 9 Agustus 2017 dan Forum Integritas dengan tema "Mempromosikan Bisnis dengan Mempromosikan Integritas" dan juga Peluncuran Panduan "No eXcuses" pada, 10 Agustus 2017.

Sesi pelatihan DUKU menandai dimulainya Pekan Integritas Indonesia. Pelatihan Ini diselenggarakan oleh Alliance for Integrity bekerjasama dengan Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), Kamar Dagang Internasional (ICC) Indonesia dan Universitas Paramadina. Ayu Dwi Nindyati, Wakil Rektor Universitas Paramadina menyampaikan sambutannya. Menyusul pidato tersebut, Ariz Arham dari Komisi Pemberantasan Korupsi -KPK mempresentasikan langkah dan upaya-upaya terbaru KPK terkait pencegahan korupsi di sektor swasta. Setelah presentasi KPK, sebuah diskusi panel mengenai "Pentingnya Kepatuhan dan Integritas Bisnis dalam Bisnis Hari Ini" diadakan. Panel yang dimoderatori oleh Yusuf Kurniadi, dosen Anti – Korupsi Universitas Paramadina dan Ilham A. Habibie, Ketua Kamar Dagang Internasional (ICC) Indonesia, Jeffrey Cheung, Ketua Badan Penasihat Indonesia Alliance for Integrity dan Roelof Lamberts, Presiden Direktur dan CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia sebagai panelis. Para panelis berbagi pandangan yang sama bahwa kepatuhan dan integritas adalah kebutuhan di dunia bisnis saat ini dan harus dilihat sebagai langkah untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dan untuk menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia. Setelah itu mereka berbagi pengalaman mengenai isu tersebut. Setelah diskusi panel, pelatihan DUKU difasilitasi oleh Miranda Andamsari dari Merck Group Indonesia, Ranny Fathia dari PT Siemens Indonesia, Yanto Sidik dari Indonesian Business Links dan Arie Hamzah, pengusaha yang mentransfer pengetahuan dan pengalaman mereka mengenai kepatuhan dan anti-korupsi kepada 29 peserta yang terdiri dari pengusaha dan perwakilan perusahaan.

Keesokan harinya, 11 peserta terpilih yang terdiri dari pengusaha, perwakilan Usaha Kecil dan Menengah dan perusahaan besar berkumpul di PT. Siemens Indonesia untuk berpartisipasi dalam pertukaran peer-to-peer. Gilang Hermawan, Penasihat Umum PT Siemens Indonesia sebagai tuan rumah acara tersebut, menyambut para peserta. Setelah itu, Gunawan dari PT Siemens Indonesia dan Miranda Andamsari Merck Group Indonesia memperkenalkan sistem kepatuhan perusahaan dan berbagi pengetahuan praktis mengenai pentingnya sistem manajemen kepatuhan dan integritas bisnis di dunia bisnis saat ini berdasarkan praktik baik perusahaan mereka dengan para peserta. Dalam diskusi berikutnya, para peserta bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang dalam menerapkan sistem kepatuhan.

Pekan Integritas diakhiri dengan Forum Integritas mengenai topik "Memperkuat Kepatuhan dan Integritas: Apa untungnya bagi Bisnis Indonesia?" Forum dibuka oleh Deniz Sertcan, Penasihat Kerjasama Pembangunan dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman ke Indonesia. Dalam sambutannya beliau mendorong pemangku kepentingan Indonesia terutama perusahaan lokal untuk bergabung dalam prakarsa ini. Setelah itu, Jeffrey Cheung, Ketua Badan Penasihat Alliance for Integrity di Indonesia memberikan sambutannya kepada para undangan. Pada panel diskusi Pahala Nainggolan, Deputi Bidang Pencegahan di KPK, Collie F. Brown, Country Manager Indonesia dan Liasion ke ASEAN di UNODC, Heru Prasetyo, Ketua Dewan Pembina Indonesia Business Links, Dadang Trisasongko, Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia dan Siddharta Moersjid, Ketua Komite Tetap Social Responsibility Kamar Dagang dan Industri Indonesia membahas perubahan terbaru dalam perundang-undangan Indonesia mengenai tanggung jawab perusahaan dan tercermin pada tantangan dan peluang yang dihasilkan. Mereka mengemukakan gagasan tentang bagaimana sektor swasta harus menangani persyaratan baru untuk mendapatkan manfaat kepatuhan dan integritas bisnis. Panel dimoderatori oleh Sely Martini. Setelah diskusi panel tingkat tinggi, versi Indonesia dari Panduan No eXcuses diluncurkan oleh Alliance for Integrity.

Setelah rehat, Alliance for Integrity bekerjasama dengan Indonesia Business Links mengadakan sesi bersama dengan topik “Memperkuat Integritas dalam Pengadaan dalam sektor Kesehatan: Menciptakan Keuntungan Bersama bagi Semua Pemangku Kepentingan” yang di- moderatori oleh Mohamad Fahmi, Direktur Eksekutif Indonesia Business Links serta Dra. Engko Sosialine M, Apt.,M. Biomed, Direktur Tata Kelola Obat Publik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ners Purwadi M.Kep.Sp.Kom, Kepala Seksi Alat Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Qadr Siddig Zam, Staff Direktorat Pengembangan Sistem Katalog, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta Siti Juliantari Rachman, Koordinator Divisi Kampanye, Indonesia Corruption Watch (ICW) yang bergabung sebagai panelis.

Para panelis mendiskusikan kondisi terkini daripada sistem pengadaan elektronik di sektor kesehatan nasional dan berpandangan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan integritas baik di sektor publik maupun swasta untuk memungkinkan implementasi transparan secara nasional, dimana informasi yang terbuka dan transparan serta dialog diantara pemangku kepentingan dapat menjadi salah satu solusi untuk mempromosikan integritas di sektor ini.
Pada sore harinya sebuah pertemuan antar pemangku kepentingan diadakan, dimana tim Alliance for Integrity mengumpulkan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam inisiatif ini. Nandini Sharma, Manajer Jejaring Alliance for Integrity di India memberikan informasi mengenai kegiatan di India dan mengusulkan kerjasama regional serta pertukaran pengetahuan serta praktik-praktik baik.

Setelah Forum Integritas, Alliance for Integrity menyelenggarakan sebuah lokakarya pelatihan-bagi-pelatih dan pertemuan Kelompok Kerja Pelaku Usaha dan Profesional Perempuan di Bandung, Jawa Barat. Baca lebih lanjut mengenai kegiatan ini disini.


 
Situs ini menggunakan cookies. Anda dapat membaca lebih jauh mengenai hak-hak Anda dan bagaimana mencegah cookies didalam kebijakan perlindungan data. Schließen