Alliance for Integrity telah menggelar rapat kelompok kerja pertama dalam pembangunan kapasitas dan peningkatan kesadaran di Indonesia

15.12.2016

Jakarta, Indonesia

Alliance for Integrity di Indonesia telah mengadakan pertemuan Kelompok Kerja pertama di Kantor GIZ, Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari organisasi anggota Advisory Group, petugas kepatuhan dari sektor swasta, kamar dagang dan industri, praktisi dari sektor publik, dan masyarakat sipil. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memulai pembentukan dua Kelompok Kerja mengenai pengembangan kapasitas dan peningkatan kesadaran. Kelompok Kerja berfungsi sebagai platform untuk mendukung Alliance for Integrity dalam membahas inisiatif dan mengembangkan instrumen di bidang integritas dan anti-korupsi di negara ini.

Dalam sesi diskusi, para peserta mendiskusikan strategi untuk mengadaptasi modul pelatihan seperti DUKU (Dari Usaha Ke Usaha) dan produk Alliance for Integrity untuk meningkatkan kesadaran terhadap kepatuhan dan integritas termasuk, "No eXcuses Pocket Guide" yang dianggap berguna dalam mengembangkan kapasitas kepatuhan perusahaan guna menumbuhkan budaya bisnis yang etis di sektor swasta.
The participants generally contributed in sharing experiences that their organisations obtained as lessons-learnt to raise awareness on the issue of compliance and integrity. The participants also discussed plans in conducting capacity building and awareness-raising activities, including developing web-based integrity gateway, emerging market study and identifying other like-minded initiatives’ tools or approaches to seek synergy with the Alliance for Integrity planned activities under the working groups..

These Working Groups will therefore enhance peer-to-peer learning and implementation of good practices of capacity building and awareness raising. These groups will serve as multi-stakeholder forums for dialogues and consultations on relevant issues on compliance and integrity in Indonesia. Furthermore, in the initial stage it was seen necessary by the participants that meetings of the working groups should be held monthly.
 
Situs ini menggunakan cookies. Anda dapat membaca lebih jauh mengenai hak-hak Anda dan bagaimana mencegah cookies didalam kebijakan perlindungan data.Schließen