Lokakarya Pelatihan-bagi-Pelatih Alliance for Integrity di Indonesia

05.11.2019

Jakarta, Indonesia

Alliance for Integrity menyelenggarakan Lokakarya Pealtihan bagi Pelatih pada 5 November 2019 di Jakarta. Lokakarya ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan Pejabat Kepatuhan, Keberlanjutan dan Etika dalam mempromosikan dan memperkuat kepatuhan di seluruh rantai pasokan. Sepuluh pelatih sukarela baru dari sektor swasta, ahli anti-kprupsi dan akademisi berpartisipasi dalam acara tersebut.

Para peserta dilatih mengenai cara menyampaikan informasi yang relevan dalam menerapkan mekanisme kepatuhan kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Selain klarifikasi tentang definisi, jenis dan bentuk korupsi, pelatihan ini juga memberikan saran praktis tentang cara mengidentifikasi dan menangani wilayah abu-abu, informasi tentang kerangka hukum dan manajemen risiko. Selain itu, dijelaskan juga bagaimana mengkomunikasiskan tindakan internal melawan korupsi, konten untuk mempromosikan tindakan eksternal terhadap korupsi dan tindakan kolektif.

Karena memiliki sistem manajemen kepatuhan yang kuat menjadi keunggulan kompetitif yang penting bagi perusahaan, selama pelatihan, para peserta diperkenalkan dengan pendekatan enam langkah yang dikembangkan oleh Global Compact Network untuk menerapkan sistem seperti kepatuhan. Selama latihan pada enam langkah (komitmen, nilai, menetukan, pelaksanaan, mengukur, dan mengkomunikasikan) para peserta berbagi pengalaman mereka melalui pelatihan tersebut.

Sebagai tindakan kolektif untuk memerangi korupsi di sektor bisnis, lokakarya ini mendapatkan respon yang baik dari para peserta yang menyatakan minat mereka dalam kolaborasi lebih lanjut untuk bersama-sama mempromosikan bisnis berintegritas.

Lokakarya ini dihadiri oleh perwakilan dari Grab Kiosk Indonesia, Indonesia Global Compact Network, PT. Otsuka Indonesia, PT. Rajawali Corpora, dan Yayasan Bhumiksara.

Penulis: Faiza Hasan

 
Situs ini menggunakan cookies. Anda dapat membaca lebih jauh mengenai hak-hak Anda dan bagaimana mencegah cookies didalam kebijakan perlindungan data.Schließen